Menu

Mode Gelap
Penyembelihan Tapir di Mesuji, Fauzi Heri Minta Kementerian Kehutanan Evaluasi PT Silva Inhutani Lampung Fauzi Heri Prihatin Masih Banyak Karyawan Mal Bekerja Berdiri 8 Jam Tanpa Tempat Duduk Fauzi Heri Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Dery Hendryan Menjadi Anggota Komisi Informasi Pusat 2026–2030 DPRD Lampung Gelar Paripurna LKPJ 2025, Pansus Soroti Kondisi Fiskal dan Kinerja Pemerintah Daerah Membaca Arah Pembangunan dan Tantangan Struktural IKU Provinsi Lampung Tahun 2025, Sebuah Catatan Kemacetan Parah Usai Ijtima Ulama di Kotabaru, Lampung, Aparat Kewalahan Atur Lalu Lintas

Headline

Fauzi Heri Desak KPPU Tegas Tindak Perusahaan yang Rekayasa Impor Tapioka

badge-check


					Fauzi Heri, Anggota Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai Gerindra. Perbesar

Fauzi Heri, Anggota Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai Gerindra.

Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung sekaligus Anggota Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong, Fauzi Heri, mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II Lampung untuk tegas menindak tiga perusahaan produsen tapioka di Lampung yang diduga tidak kooperatif dalam proses penyelidikan. Terlebih jika terbukti ada rekayasa impor tapioka untuk menekan harga singkong dalam negeri, maka perusahaan tersebut telah melakukan kejahatan ekonomi yang harus dihukum berat.

Fauzi menegaskan bahwa KPPU Lampung tidak boleh ragu meningkatkan status penyelidikan menjadi proses penegakan hukum. Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Fraksi Partai Gerindra itu juga meminta KPPU Lampung bekerja keras untuk membuktikan adanya dugaan rekayasa impor tapioka karena berpotensi merugikan para petani singkong di Lampung.

“Jika benar ada rekayasa impor untuk menghancurkan harga singkong di Lampung, maka ini adalah kejahatan ekonomi yang luar biasa. Jangan hanya sebatas pengumpulan data, KPPU harus bertindak tegas! Jika terbukti ada rekayasa impor untuk menekan harga singkong petani, maka negara dapat merampas perusahaan yang terlibat dan pelakunya dapat dijebloskan ke penjara,” tegas Fauzi Heri.

Lebih lanjut, ia meminta KPPU Lampung untuk segera memperdalam dugaan rekayasa impor itu dan mengungkap siapa saja pihak yang terlibat dalam praktik ini, termasuk apakah ada indikasi keterlibatan oknum tertentu yang memfasilitasi impor tapioka guna menekan harga singkong lokal.

“Jangan sampai petani terus menjadi korban permainan mafia. Ini bukan hanya soal harga, tapi soal keberlangsungan ekonomi rakyat. Jika dibiarkan, petani akan semakin menderita dan industri singkong kita akan hancur,” tambahnya.

Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II Lampung dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Anggota Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Provinsi Lampung.

Sebelumnya, KPPU Wilayah II Provinsi Lampung merilis temuan adanya dugaan unsur kesengajaan untuk menghancurkan harga singkong di Lampung melalui impor tapioka. Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan pihaknya telah memanggil 4 perusahaan yang melakukan impor tapioka, namun hanya satu yang memenuhi panggilan.

“Bahwa berdasarkan penyelidikan dan analisa, KPPU menemukan ada unsur kesengajaan untuk menghancurkan harga singkong di Lampung dengan melakukan Impor Tapioka,” jelasnya. ***red

Article share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Diminta Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

1 Juli 2026 - 23:01 WIB

Fauzi Heri Pertanyakan Nilai Ekonomis Singkong di Luar Tapioka

1 Juli 2026 - 23:01 WIB

Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Sidak Perusahaan di Lokasi Banjir Waylunik

1 Juli 2026 - 23:01 WIB

Dinas Pariwisata Provinsi Siap Jika Ditunjuk Menjadi Pelaksana Lampung Fair 2025

1 Juli 2026 - 23:01 WIB

ORASKI Tegaskan Tak Ikut Aksi 20 Mei, Kritisi Usulan Pembatasan Potongan Aplikasi

1 Juli 2026 - 23:01 WIB

Trending di Kebijakan Publik