Menu

Mode Gelap
Cómo Puedo Personalizar Mis Dados De 20 Pendapatan APBD Perubahan Lampung Turun Rp19,6 Miliar, Belanja Naik Rp74,6 Miliar Fraksi Gerindra DPRD Lampung: Kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal di HKTI Perkuat Lampung Menuju Lumbung Pangan Nasional Gubernur Lampung: Penyesuaian Target APBD 2026 Demi Kebijakan Fiskal yang Lebih Realistis DPRD Lampung Apresiasi Program Rumah Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus Penyembelihan Tapir di Mesuji, Fauzi Heri Minta Kementerian Kehutanan Evaluasi PT Silva Inhutani Lampung

Kebijakan Publik

Rekomendasi Lartas Spesifik Terhadap Impor Tapioka

badge-check

Diskusi terbatas yang digelar KSO Sucofindo – Surveyor Indonesia di Lembah Batu, Kota Bandar Lampung, Senin (02/06/2025) Perbesar

Diskusi terbatas yang digelar KSO Sucofindo – Surveyor Indonesia di Lembah Batu, Kota Bandar Lampung, Senin (02/06/2025)

Bandar Lampung — Usulan pemberlakuan larangan dan/atau pembatasan (Lartas) secara spesifik terhadap impor tapioka dan produk turunannya kembali mengemuka dalam diskusi terbatas yang digelar KSO Sucofindo – Surveyor Indonesia di Lembah Batu, Kota Bandar Lampung, Senin (02/06/2025). Diskusi tersebut dihadiri oleh perwakilan Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI), Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI), serta dimoderatori oleh Fauzi Heri Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung.

Kesimpulan diskusi menekankan pentingnya pengaturan yang lebih ketat terhadap arus masuk tapioka impor. Tiga hal utama yang direkomendasikan adalah penerbitan Persetujuan Impor yang berbasis rekomendasi teknis dari Kementerian Pertanian, perlunya Laporan Surveyor untuk menjamin mutu dan kualitas, serta pengaturan periode dan pelabuhan masuk sebagai langkah pengendalian distribusi dan mencegah distorsi harga.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, yang bertindak sebagai moderator diskusi, menegaskan bahwa pemberlakuan bea masuk terhadap tapioka tidak dimungkinkan. Hal ini disebabkan oleh perjanjian perdagangan bebas yang dimiliki Indonesia dengan negara-negara ASEAN, termasuk Thailand dan Vietnam sebagai negara asal utama tapioka impor.

“Karena itu, pendekatan yang bisa dilakukan adalah Lartas spesifik dengan mengacu pada persyaratan teknis dan non-tarif. Ini mencakup pengaturan kuota impor, pengawasan post-border oleh Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan, serta pengendalian melalui pelabuhan dan waktu masuk,” ujar Fauzi.

Kasubag Pengembangan Usaha KSO Sucofindo, Mohamed Naser, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari riset internal yang dilakukan lembaganya. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan masukan dari lapangan dan menyusun basis data sebagai bahan kajian kebijakan di tingkat nasional.

“Kami ingin menganalisis bagaimana dampak nyata impor tapioka terhadap harga singkong lokal dan keberlangsungan industri pengolahannya. Penting bagi kami untuk menggali informasi dari berbagai pihak sebelum menyampaikan hasil kajian ini ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PPUKI Dasrul Aswin menyoroti belum seluruh perusahaan pengolah tapioka menaati instruksi Gubernur Lampung terkait harga beli singkong. Ia meminta perhatian lebih serius agar harga berpihak kepada petani.

“Masih ada perusahaan yang membeli di bawah harga yang ditetapkan, yakni Rp 1.350 per kilogram, dan memberikan potongan melebihi tiga puluh persen. Kami minta pengurus PPTTI mengimbau anggotanya agar patuh,” ucap Dasrul.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris PPTTI R. Haru Nurdin menegaskan pihaknya terus aktif mengingatkan para anggota agar mematuhi kebijakan pemerintah daerah. Ia menyebut, teguran tegas akan diberikan kepada perusahaan yang tidak patuh.

“Jika ada anggota yang melanggar, kami tidak segan mengingatkan. Apabila tetap membandel, kami siap memberikan sanksi hingga pencabutan keanggotaan dari PPTTI,” tegasnya.***red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pendapatan APBD Perubahan Lampung Turun Rp19,6 Miliar, Belanja Naik Rp74,6 Miliar

7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Lampung: Kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal di HKTI Perkuat Lampung Menuju Lumbung Pangan Nasional

1 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Gubernur Lampung: Penyesuaian Target APBD 2026 Demi Kebijakan Fiskal yang Lebih Realistis

30 Juli 2026 - 15:20 WIB

Fauzi Heri: Pansus Bisa Adopsi Program Creating Shared Value (CSV) Budidaya Singkong Pola Kemitraan di Mesuji

29 Juli 2026 - 22:24 WIB

Tekan Inflasi, Pemprov Diminta Rumuskan Empat Langkah Strategis Jelang Lebaran

29 Juli 2026 - 22:24 WIB