Menu

Mode Gelap
DPRD Lampung Gelar Paripurna LKPJ 2025, Pansus Soroti Kondisi Fiskal dan Kinerja Pemerintah Daerah Membaca Arah Pembangunan dan Tantangan Struktural IKU Provinsi Lampung Tahun 2025, Sebuah Catatan Kemacetan Parah Usai Ijtima Ulama di Kotabaru, Lampung, Aparat Kewalahan Atur Lalu Lintas Komisi II DPRD Lampung Pelajari Model Jatim: Menimbang Perlindungan Komoditas Strategis hingga Skema Asuransi Petani Fraksi Gerindra DPRD Lampung Dukung Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur Warga Masih Keluhkan Study Tour SMK dalam Reses Dewan

Aspirasi Warga

Warga Masih Keluhkan Study Tour SMK dalam Reses Dewan

badge-check


					Reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Fauzi Heri, warga keluhkan kunjungan industri siswa SMK di Bandar Lampung Perbesar

Reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Fauzi Heri, warga keluhkan kunjungan industri siswa SMK di Bandar Lampung

Bandar Lampung — Keluhan warga terkait kewajiban kegiatan study tour yang dibungkus sebagai “kunjungan industri” di sekolah kejuruan kembali muncul. Dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Fauzi Heri dari Fraksi Gerindra di Kelurahan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Rabu (12/11/2025), seorang orang tua siswa menyampaikan keresahan atas kebijakan sekolah yang dinilai memberatkan.

Warga tersebut—yang meminta agar namanya dirahasiakan—menuturkan bahwa anaknya, siswa kelas XI SMK SMTI Bandar Lampung, diwajibkan mengikuti kunjungan industri ke Yogyakarta, Bromo, dan Gresik pada Januari 2026. Kegiatan itu dikenakan biaya sebesar Rp3,1 juta per siswa.

“Katanya wajib ikut karena bagian dari pembelajaran industri. Tapi biayanya terlalu besar, dan tidak semua orang tua sanggup,” ujarnya di hadapan Fauzi Heri.

Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung meninjau ulang kebijakan tersebut dan tidak lagi memberikan izin untuk kegiatan serupa yang berpotensi membebani ekonomi keluarga siswa.

Menanggapi keluhan itu, Fauzi Heri menyatakan akan menindaklanjutinya ke dinas terkait. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung pada bulan Juni 2025 lalu telah melakukan pemberhentian sementara kegiatan study tour.

“Pada Juni lalu, study tour sudah dihentikan sementara, salah satu alasannya agar tidak membebani orang tua. Kegiatan kunjungan industri seharusnya memberi nilai edukatif tanpa menjadi beban finansial bagi orang tua. Kami di DPRD akan menyampaikan hal ini secara resmi agar ada kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat,” kata Fauzi.

Fauzi Heri, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung itu juga menegaskan pentingnya sekolah menjaga prinsip keadilan dan kebermanfaatan dalam setiap program pembelajaran. “Pendidikan harus memerdekakan, bukan justru menambah beban,” ujarnya.

Kegiatan reses tersebut menjadi ruang aspirasi masyarakat, di mana berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan disampaikan langsung kepada wakil rakyat. ***red

Article share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fauzi Heri: Pansus Bisa Adopsi Program Creating Shared Value (CSV) Budidaya Singkong Pola Kemitraan di Mesuji

15 Juni 2026 - 21:41 WIB

Tekan Inflasi, Pemprov Diminta Rumuskan Empat Langkah Strategis Jelang Lebaran

15 Juni 2026 - 21:41 WIB

Ekosistem Wisata Berkelanjutan Yogyakarta Jadi Model Inspirasi bagi Lampung

15 Juni 2026 - 21:41 WIB

Koperasi Pelita Pilihan dan Koperasi Usaha Rembuk Sejahtera Lampung Gelar Rapat Anggota Tahunan

15 Juni 2026 - 21:41 WIB

Reses Fauzi Heri, Warga Korpri Jaya Keluhkan Curanmor

15 Juni 2026 - 21:41 WIB

Fauzi Heri, Anggota DPRD Provinsi Lampung saat reses di Kelurahan Korpri Jaya
Trending di Parlemen Lampung